Ingin Tinggal Lebih Lama? Begini Cara Alih Status ITK ke ITAS

Screenshot 2026 03 10 132648

Morowali, 10 Maret 2026 – Warga Negara Asing (WNA) yang ingin tinggal lebih lama di Indonesia dapat memanfaatkan layanan alih status Izin Tinggal Kunjungan (ITK) menjadi Izin Tinggal Terbatas (ITAS). Layanan ini memungkinkan WNA yang sebelumnya berada di Indonesia dengan izin tinggal kunjungan untuk mengubah status izin tinggalnya menjadi izin tinggal terbatas tanpa harus keluar dari wilayah Indonesia, sepanjang memenuhi persyaratan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Permohonan alih status ITK menjadi ITAS dapat diajukan oleh Orang Asing, penjamin, atau penanggung jawab melalui laman evisa.imigrasi.go.id. Pengajuan permohonan tersebut harus dilakukan paling lambat 30 hari sebelum masa berlaku Izin Tinggal Kunjungan berakhir. Setelah permohonan diterima, pemohon akan melanjutkan tahapan proses berupa pengambilan foto serta verifikasi pembayaran biaya imigrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Alih status ITK menjadi ITAS dapat diberikan kepada WNA pemegang ITK yang memiliki tujuan kegiatan tertentu di Indonesia, seperti sebagai tenaga ahli, pekerja, rohaniwan, penanam modal asing, melakukan penelitian ilmiah, mengikuti pendidikan, penyatuan keluarga, repatriasi, program rumah kedua (second home), maupun menjalani pengobatan. Namun demikian, izin tinggal kunjungan yang berasal dari Bebas Visa Kunjungan tidak dapat dialihstatuskan menjadi izin tinggal lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali, Yusva Aditya, menyampaikan bahwa masyarakat maupun penjamin WNA diharapkan dapat memahami prosedur alih status izin tinggal dengan baik agar proses permohonan dapat berjalan lancar. Ia juga menegaskan bahwa Imigrasi terus berupaya menghadirkan pelayanan yang transparan dan mudah diakses melalui sistem digital. “Kami berharap WNA yang memenuhi kriteria dapat memanfaatkan layanan ini secara tepat serta mengikuti seluruh tahapan proses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Yusva Aditya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, menekankan pentingnya tertib administrasi keimigrasian bagi setiap Orang Asing yang berada di wilayah Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pengajuan alih status izin tinggal merupakan salah satu bentuk kepatuhan terhadap aturan keimigrasian sehingga kegiatan yang dilakukan oleh WNA di Indonesia memiliki dasar hukum yang jelas. “Dengan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, diharapkan keberadaan Orang Asing di Indonesia dapat memberikan kontribusi positif sekaligus tetap berada dalam pengawasan yang optimal,” ungkap Arief Hazairin Satoto.

 
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali
Kantor Wilayah Ditjenim Sulawesi Tengah
PikPng.com school icon png 2780725   Kompleks Perkantoran Bumi Fonuasingko, Desa Bente, Bungku Tengah, Morowali, Sulawesi Tengah
PikPng.com phone icon png 604605   0813-175-9588
PikPng.com email png 581646   morowali@imigrasi.go.id
facebook ditjenim   twitter ditjenim   instagram ditjenim   linked in ditjenim   Youtube ditjenim   rss ditjenim
logo 1
 
Kantor Imigrasi
Kelas I TPI
Tanjung Priok


  Jl. Melati No.124 A, RT.1/RW.12, Rawabadak Utara, Kec. Koja, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Jakarta 14230, Indonesia
PikPng.com phone icon png 604605   08123456789
PikPng.com email png 581646   kanimpriok.dki@gmail.com

Copyright © Pusat Data dan Teknologi Informasi